Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS DAYA TARIK KULINER TRADISIONAL: STUDI PADA PEMILIHAN LONTONG SAYUR SEBAGAI MENU SARAPAN

Zaniarti
UINSU
Zahrina Aulina
UINSU
Cici Andriani
UINSU
Meme Syakira Rizky
UINSU
Raden Roro Fatida Tjahja Putri Nurhayati
UINSU

Published 2025-12-13

Keywords

  • lontong sayur, kuliner tradisional, preferensi konsumen, sarapan, daya tarik makanan.

How to Cite

ANALISIS DAYA TARIK KULINER TRADISIONAL: STUDI PADA PEMILIHAN LONTONG SAYUR SEBAGAI MENU SARAPAN. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 1941-1950. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/3570

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tarik kuliner tradisional melalui studi pada pemilihan lontong sayur sebagai menu sarapan. Fenomena ini penting dikaji karena makanan tradisional tetap diminati di tengah maraknya makanan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap penjual dan konsumen lontong sayur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan  observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan lontong sayur dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu cita rasa yang khas, harga yang terjangkau, serta ketersediaan yang mudah dijangkau pada waktu sarapan. Selain itu, nilai budaya dan kebiasaan masyarakat turut memperkuat preferensi konsumen terhadap lontong sayur sebagai menu sarapan tradisional. Faktor pelayanan dan lokasi penjual juga berkontribusi terhadap keputusan pembelian, terutama bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan kecepatan layanan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa daya tarik kuliner tradisional tidak hanya ditentukan oleh aspek rasa dan harga, tetapi juga oleh aspek budaya dan pengalaman konsumen yang telah terbentuk secara turun-temurun.

Kata kunci: lontong sayur, kuliner tradisional, preferensi konsumen, sarapan, daya tarik makanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. [1] Y. M. Roza, G. Razali, E. Fatmawati, G. A. Syamsuddin, and Wibowo, “IDENTITAS BUDAYA DAN SOSIAL PADA MAKANAN KHAS DAERAH: TINJAUAN TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT MUSLIM PADA BULAN RAMADAN DI INDONESIA,” Bussiness Law binus, vol. 7, no. 2, pp. 33–48, 2023.
  2. [2] F. Angelina and E. Kusumo, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Kuliner,” Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 7, pp. 830–833, 2024.
  3. [3] A. Anggarani, H. Hidayat, and Y. Dyah Hapsari, “Potensi Pengembangan Bisnis Makanan Tradisional Roti Kompiang Sebagai Makanan Legendaris Kota Solo,” J. Manaj., vol. 20, no. 1, pp. 58–82, 2024.
  4. [4] K. Kristia, S. Kovács, and L. Erdey, “Generation Z’s appetite for traditional food: unveiling the interplay of sustainability values as higher order construct and food influencers in Indonesia,” Discov. Sustain., vol. 5, no. 1, 2024.
  5. [5] H. Peña-Jorquera, V. Campos-Núñez, K. P. Sadarangani, G. Ferrari, C. Jorquera-Aguilera, and C. Cristi-Montero, “Breakfast: A crucial meal for adolescents’ cognitive performance according to their nutritional status. the cogni-action project,” Nutrients, vol. 13, no. 4, 2021.
  6. [6] T. Peulić et al., “Consumer Attitudes and Preferences towards Traditional Food Products in Vojvodina,” Sustain., vol. 15, no. 16, 2023.
  7. [7] E. C. Utomo, F. M. Putri, M. R. Adiantono, U. Nurubay, W. S. Putri, and Y. Trishananto, “Meningkatkan daya saing Lontong : Pelatihan dan desain kemasan produk yang inovatif dan menarik,” Tintamas J. Pengabdi. Indones. Emas, vol. 1, no. 3, pp. 195–202, 2024.
  8. [8] I. Nafiyah, M. Yulianti, A. T. Styaningsih, and M. T. Abadi, “Promosi Makanan Tradisional Lokal Untuk Meningkatkan Pariwisata Kuliner Pada Pasar Bojong Pekalongan,” Jumat Ekon. J. Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 76–80, 2024.
  9. [9] K. S. Nugraheni and T. A. Wijoyo, “Analisis Motivasi Pecinta Kuliner Makanan Tradisional Di Kota Semarang,” J. Pariwisata Pesona, vol. 6, no. 1, pp. 58–67, 2021.
  10. [10] A. Mufidah, D. Briawan, and Y. Heryatno, “Preferensi dan Frekuensi Konsumsi Makanan Tradisional dan Cepat Saji pada Remaja di Provinsi Bali,” Pangan dan Apl., vol. 8, no. 2, pp. 105–118, 2024.