Vol. 25 No. 2 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

WORK LIFE BALANCE DAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN PADA PT. RIS INVENTINDO SARANA KOTA PADANG

Miftahul Hamdi
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Dhea Arza Salsabila
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Teguh Pratama
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
M Vero Myzhollic
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Vivi Nila Sari
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Published 2026-01-29

Keywords

  • work-life balance, produktivitas karyawan, kesejahteraan kerja, dunia kerja modern

How to Cite

WORK LIFE BALANCE DAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN PADA PT. RIS INVENTINDO SARANA KOTA PADANG. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(2), 4951-4960. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/7359

Abstract

Perkembangan dunia kerja modern yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan produktivitas, kompetisi global, serta pemanfaatan teknologi digital telah mengubah pola kerja karyawan secara signifikan. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan kerja yang berpotensi mengganggu keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance), yang pada akhirnya dapat berdampak pada produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran work-life balance dalam meningkatkan produktivitas karyawan serta implikasinya bagi organisasi. Kajian ini menggunakan pendekatan konseptual dan empiris dengan mengintegrasikan berbagai teori dan temuan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa work-life balance yang baik berkontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis, kepuasan kerja, dan motivasi karyawan, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas dan komitmen organisasi. Sebaliknya, ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat memicu stres kerja, burnout, serta penurunan kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa work-life balance bukan hanya isu individual, tetapi juga merupakan strategi organisasi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan dan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang kebijakan dan budaya kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan dan pekerjaan guna meningkatkan produktivitas karyawan secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Afrianty, T. W., & Supriyadi, A. (2021). Pengaruh Work-Life Balance terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 9(2), 115–128. https://doi.org/10.31843/jmbi.v9i2.324
  2. Afsar, B., Shahjehan, A., & Shah, S. I. (2018). Frontline employees’ high-performance work practices, trust in supervisor, job satisfaction and turnover intentions in hospitality industry. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 30(3), 1436–1452. https://doi.org/10.1108/IJCHM-11-2016-0637
  3. Allen, T. D., Cho, E., & Meier, L. L. (2014). Work–family boundary dynamics. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 1, 99–121. https://doi.org/10.1146/annurev-orgpsych-031413-091330
  4. Byrne, U. (2022). Work-life balance: Why are we talking about it at all? Business Information Review, 39(2), 75–83. https://doi.org/10.1177/02663821221091251
  5. Clark, S. C. (2000). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6), 747–770. https://doi.org/10.1177/0018726700536001
  6. Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work-family balance: A review and extension of the literature. In J. C. Quick & L. E. Tetrick (Eds.), Handbook of Occupational Health Psychology (2nd ed., pp. 165–183). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/12157-009
  7. Kelliher, C., Richardson, J., & Boiarintseva, G. (2019). All of work? All of life? Reconceptualising work–life balance for the 21st century. Human Resource Management Journal, 29(2), 97–112. https://doi.org/10.1111/1748-8583.12215
  8. Kossek, E. E., Valcour, M., & Lirio, P. (2014). The sustainable workforce: Organizational strategies for promoting work–life balance and well-being. In C. Cooper & P. Chen (Eds.), Work and Wellbeing (pp. 295–319). Wiley-Blackwell.
  9. McCarthy, A., Cleveland, J. N., Hunter, S., Darcy, C., & Grady, G. (2022). Employee work–life balance outcomes in organizations: A cross-national comparative analysis. Human Resource Management, 61(1), 123–141. https://doi.org/10.1002/hrm.22045
  10. Putra, D. A., & Nuraini, S. (2020). Work-Life Balance dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Jurnal Ilmu Manajemen, 18(1), 45–59. https://doi.org/10.23917/jim.v18i1.9756
  11. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th ed.). Pearson Education Limited.
  12. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  13. Taris, T. W., & Schaufeli, W. B. (2015). Individual well-being and performance at work: A conceptual and theoretical overview. In M. van Veldhoven & R. Peccei (Eds.), Well-being and Performance at Work (pp. 15–34). Psychology