MODERNISASI VS KEARIFAN LOKAL: KONTRIBUSI DAN KONTROVERSI SISTEM EKONOMI TRADISIONAL SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT ADAT DI TENGAH GLOBALISASI
Published 2025-12-05
Keywords
- ekonomi tradisional, ketahanan ekonomi, masyarakat adat, kesenian jaranan, kearifan lokal, Sanggar Seni Putra Tanjung
How to Cite
Abstract
Penelitian ini menelusuri bagaimana sistem ekonomi tradisional dapat menjadi penyangga ketahanan masyarakat adat di tengah tekanan modernisasi, dengan mengambil contoh Sanggar Seni Putra Tanjung di Balung Lor. Melalui metode kualitatif, penelitian menemukan bahwa sanggar tidak hanya melestarikan seni jaranan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang ekonomi masyarakat melalui kegiatan pertunjukan, pelatihan, serta dukungan kelembagaan dari pemerintah. Pola sosial yang terbentuk—berbasis gotong royong dan solidaritas—membantu aktivitas sanggar berjalan berkelanjutan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai-nilai lokal dapat dikembangkan menjadi model ekonomi yang adaptif dan relevan, sehingga memperkuat identitas budaya sekaligus ketahanan sosial ekonomi komunitas adat.
Downloads
References
- Aditjondro, G. (2003). Pengantar antropologi ekonomi. Pustaka Pelajar.
- Arifin, B. (2018). Kebudayaan dan masyarakat Indonesia. Rajawali Pers.
- Endraswara, S. (2015). Kearifan lokal: Etnologi, nilai, dan moral. Ombak.
- Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
- Hefner, R. (1999). The politics of multiculturalism: Pluralism and citizenship in Malaysia, Singapore, and Indonesia. University of Hawai'i Press.
- Koentjaraningrat. (2009). Pengantar antropologi. Rineka Cipta.
- Sibarani, R. (2020). Kearifan lokal: Hakikat, peran, metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
- Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart & Winston.
- Bebbington, A. (1999). Capitals and capabilities: A framework for analyzing peasant viability. World Development, 27(12), 2021–2044.
- Ely, A., Smith, A., & Stirling, A. (2013). Innovation and development: Learning from the informal economy. Routledge.
- Gibson-Graham, J. K. (2006). A postcapitalist politics. University of Minnesota Press.
- Polanyi, K. (1957). The great transformation. Beacon Press.
- Scott, J. C. (1998). Seeing like a state: How certain schemes to improve the human condition have failed. Yale University Press.
- Suharko. (2013). Modal sosial dan pembangunan komunitas. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 17(1), 1–15.
- Wicaksono, A. (2019). Ekonomi tradisional dalam tekanan globalisasi: Studi dinamika budaya di Jawa Timur. Jurnal Ekonomi dan Kebudayaan Lokal, 7(1), 45–59.
- Adams, V. (2010). Modernity, community, and the self in the anthropology of globalization. Annual Review of Anthropology, 39, 1–17.
- Agrawal, A. (2005). Environmentality: Technologies of government and making subjects. Duke University Press.
- Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology.
- Davidson, J. S., & Henley, D. (2007). The revival of tradition in Indonesian politics. Routledge.
- Lestari, R. (2021). Modernitas dan nilai lokal: Ketegangan dan adaptasi di masyarakat adat Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 12(2), 115–128.
- Li, T. M. (2007). The will to improve: Governmentality, development, and the practice of politics. Duke University Press.
- Rigg, J. (2012). Unplanned development: Tracking change in South-East Asia. Zed Books.
- Holt, C. (1967). Art in Indonesia: Continuities and change. Cornell University Press.
- Pigeaud, T. (1938). Javaanse volksvertoningen. Nijhoff.
- Sedyawati, E. (2006). Budaya Indonesia: Kajian arkeologi, seni, dan sejarah. RajaGrafindo Persada.
- Setiyawan, D. (2018). Reog Ponorogo sebagai identitas budaya lokal. Jurnal Seni Pertunjukan, 5(2), 77–89.
- Wijayanti, E. (2020). Seni jaranan sebagai media transmisi budaya. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 4(1), 65–78.
- Appadurai, A. (1996). Modernity at large: Cultural dimensions of globalization. University of Minnesota Press.
- Giddens, A. (1990). The consequences of modernity. Stanford University Press.
- Robertson, R. (1992). Globalization: Social theory and global culture. Sage.
- Tomlinson, J. (1999). Globalization and culture. University of Chicago Press.
- Bungin, B. (2019). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.
- Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). Sage.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
- Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
- Stake, R. (1995). The art of case study research. Sage.
- Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.