KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING) STAF DOKUMENTASI: STUDI KASUS DI RUMAH DUKA, KREMATORIUM, DAN RUMAH ABU SENTRA MEDIKA CIBINONG
Published 2025-12-20
Keywords
- dukungan sosial,
- kesejahteraan psikologis,
- staf dokumentasi,
- stres kerja,
- social support
- psychological well-being,
- documentation staff,
- work stress ...More
How to Cite
Abstract
Profesi sebagai staf dokumentasi di Rumah Duka, Krematorium, dan Rumah Abu Sentra Medika Cibinong menuntut kemampuan adaptasi emosional yang tinggi karena setiap hari berhadapan dengan situasi berduka dan tekanan psikologis yang kompleks. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) staf, baik dari segi emosional, sosial, maupun profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan psikologis staf dokumentasi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam mempertahankannya di lingkungan kerja yang penuh tekanan emosional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap beberapa staf dokumentasi yang memiliki pengalaman kerja antara dua hingga lima belas tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis staf sangat dipengaruhi oleh beban kerja, hubungan sosial dengan rekan kerja, serta kemampuan individu dalam mengelola stres dan menjaga keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dukungan sosial menjadi faktor utama yang membantu staf tetap stabil secara emosional dan termotivasi dalam bekerja. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya upaya peningkatan kesejahteraan psikologis melalui dukungan sosial dan strategi manajemen stres yang berkelanjutan di lingkungan kerja layanan duka.
The profession of documentation staff at the Sentra Medika Cibinong Funeral Home, Crematorium, and Ash Home demands a high level of emotional adaptability due to daily encounters with grief and complex psychological stress. These conditions can impact staff's psychological well-being, both emotionally, socially, and professionally. This study aims to describe the level of psychological well-being of documentation staff and identify factors that contribute to maintaining it in an emotionally stressful work environment. A qualitative approach was used, using a case study method, through in-depth interviews with several documentation staff with between two and fifteen years of work experience. The results indicate that staff's psychological well-being is significantly influenced by workload, social relationships with coworkers, and the individual's ability to manage stress and maintain a work-life balance. Social support is a key factor helping staff remain emotionally stable and motivated at work. The implications of this study emphasize the importance of efforts to improve psychological well-being through social support and sustainable stress management strategies in the bereavement service work environment.
Downloads
References
- Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Fitria, L. (2021). Dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis: Tinjauan teori House. Jurnal Psikologi Sosial, 13(2), 45–58.
- Fitria, N. (2021). Dukungan Sosial dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Pekerja. Jakarta: Prenada Media.
- Gunawan, A. (2020). Dampak kelelahan fisik terhadap stres kerja pada pekerja layanan publik. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 5(2), 63–72.
- Gunawan, R. (2020). Kelelahan kerja dan dampaknya terhadap stres pada pekerja layanan publik. Jurnal Kesehatan dan Psikologi Kerja, 7(2), 60–72.
- Handayani, R. (2020). Pengaruh tuntutan emosional terhadap stres kerja pada pekerja layanan sosial. Jurnal Psikologi Terapan, 8(2), 70–80.
- Hidayat, A. (2022). Pengaruh dukungan sosial dan budaya organisasi terhadap kesejahteraan psikologis karyawan. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 10(2), 89–102.
- House, J. S. (1981). Work Stress and Social Support. Addison-Wesley. (Dikutip dalam Fitria, 2021).
- Lestari, M., & Indrayati, A. (2020). Dinamika stres kerja pada pekerjaan yang berbasis empati tinggi. Jurnal Empati, 12(1), 110–118.
- Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. California: Sage Publications.
- Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Pearson Education.
- Nugroho, D. (2020). Beban kerja dan tuntutan profesional terhadap stres kerja pada pekerja layanan publik. Jurnal Psikologi Terapan, 8(1), 35–47.
- Nugroho, R. (2020). Tekanan kerja dan ekspektasi profesional dalam profesi berbasis layanan. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 8(1), 38–46.
- Oktaviani, R. (2020). Penguasaan lingkungan sebagai faktor penentu kesejahteraan psikologis. Jurnal Psikologi Nusantara, 6(2), 145–158.
- Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods. California: Sage Publications.
- Prakoso, D., & Hidayati, S. (2021). Beban kerja tidak teratur dan dampaknya terhadap kesehatan mental pekerja operasional. Jurnal Manajemen Kinerja, 9(1), 50–58.
- Pramesti, D., & Mulyana, A. (2019). Kelelahan emosional pada pekerja layanan publik. Jurnal Intervensi Psikologi, 11(1), 108–120.
- Pratiwi, R. (2020). Efek buffer dukungan sosial terhadap stres kerja di lingkungan pekerjaan intens emosional. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 9(1), 78–90.
- Pratiwi, R. (2021). Peran dukungan sosial dalam menurunkan stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 8(1), 55–67.
- Prayoga, A. (2020). Dinamika stres emosional pada pekerja layanan kemanusiaan. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 9(2), 105–118.
- Rachmawati, D. (2022). Sensitivitas sosial dan tantangan profesional dalam pekerjaan berisiko tinggi. Jurnal Ilmu Perilaku, 15(2), 60–70.
- Rahmawati, F., & Astuti, W. (2021). Tuntutan profesional dan dampaknya terhadap stres kerja dalam bidang pelayanan publik. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 6(1), 60–72.
- Rini, D., & Suryani, N. (2023). Analisis stres kerja pada tenaga logistik rumah sakit dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Jurnal Innovative, 5(3), 112–120.
- Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Perilaku Organisasi (Edisi 16). Jakarta: Salemba Empat.
- Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
- Sari, M., & Wulandari, S. (2021). Pengaruh ketidakpastian jadwal kerja terhadap tingkat stres pada pekerja sektor jasa. Jurnal Manajemen dan Kinerja, 12(2), 85–95.
- Setiyowati, L. (2018). Regulasi emosi dan dampaknya pada kesejahteraan pekerja. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 7(1), 80–95.
- Siregar, D. (2022). Pengaruh jam kerja tidak teratur terhadap stres kerja pegawai sektor pelayanan. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 4(1), 75–86.
- Spradley, J. P. (2016). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
- Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Suharnan. (2019). Kelelahan emosional pada pekerja dengan tuntutan emosi tinggi. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 6(1), 48–57.
- Sutarto, J. (2021). Psikologi Stres dan Motivasi Kerja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Todaga, A., & Wijono, S. (2023). Hubungan antara stres kerja dan kesejahteraan psikologis pada karyawan. Jurnal Kuras Institute of Behavioral Science, 3(2), 75–84.
- Utami, R. (2020). Pengaruh psychological well-being terhadap work engagement pada karyawan. Acta Psychologia, 8(1), 12–20.
- Wibowo, A., & Handayani, M. (2022). Hubungan dukungan sosial lingkungan kerja dengan kesejahteraan psikologis karyawan. Jurnal Manajemen SDM dan Psikologi Kerja, 11(3), 110–125.
- Wijayanti, S. (2020). Stres kerja dan dampaknya terhadap kinerja karyawan. Jurnal Psikologi Industri & Organisasi, 8(1), 39–48.
- Wulandari, E. (2021). Efektivitas konseling dan pelatihan manajemen stres terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis pekerja. Jurnal Kesehatan dan Psikologi Kerja, 9(4), 134–146.
- Wulandari, S., & Nurhidayah, I. (2020). Dimensi psychological well-being menurut Ryff dalam konteks pekerjaan. Jurnal Psikologi Indonesia, 12(3), 203–215.
- Yuniarti, S. (2021). Dukungan sosial sebagai prediktor kesejahteraan psikologis. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 10(1), 49–59.