Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH TREN, PERSEPSI KEBUTUHAN , DAN PENGALAMAN PENGGUNA TERHADAP FREKUENSI PEMBAYARAN DENGAN KEBIASAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN KETERGANTUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM PERSPEKTIF PERILAKU KEUANGAN DIGITAL PADA MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

Jeasson Oktavianus Gatur
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Hwihanus
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published 2025-12-23

Keywords

  • Perilaku Keuangan Digital,
  • Pengalaman Pengguna,
  • Kebiasaan,
  • Frekuensi Pembayaran,
  • Kendala Anggaran

How to Cite

PENGARUH TREN, PERSEPSI KEBUTUHAN , DAN PENGALAMAN PENGGUNA TERHADAP FREKUENSI PEMBAYARAN DENGAN KEBIASAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN KETERGANTUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM PERSPEKTIF PERILAKU KEUANGAN DIGITAL PADA MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 4581-4590. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/4546

Abstract

Revolusi teknologi finansial (fintech) tidak hanya melahirkan budaya masyarakat nontunai, tetapi juga merombak total pola transaksi di kalangan mahasiswa. Penelitian ini hadir untuk membedah faktor-faktor pendorong perilaku pembayaran digital pada mahasiswa Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan mengajukan model yang menempatkan Kebiasaan (Habit) sebagai jembatan mediator dan Ketergantungan Digital sebagai variabel pemoderasi. Melalui survei kuantitatif terhadap 63 responden yang dianalisis dengan metode SEM-PLS, penelitian ini mengungkap fakta yang menantang dugaan umum. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa akuntansi memiliki karakter yang sangat rasional; tekanan gaya hidup lingkungan sosial (Tren) maupun persepsi kepraktisan (Persepsi Kebutuhan) terbukti sama sekali tidak memengaruhi pembentukan rutinitas maupun frekuensi pembayaran mereka. Justru, Pengalaman Pengguna (User Experience) yang nyaman dan lancar menjadi satu-satunya kunci utama terbentuknya kebiasaan digital. Temuan paling krusial dalam riset ini menyoroti adanya tembok pemisah antara psikologis dan realitas ekonomi: meskipun mahasiswa sudah terbiasa menggunakan aplikasi, Kebiasaan tersebut gagal mendongkrak Frekuensi Pembayaran secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa eksekusi transaksi riil mahasiswa terhalang oleh keterbatasan isi dompet (budget constraints), bukan karena kurangnya minat atau kecanduan gawai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179-211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
  2. Amoroso, D. L., & Lim, R. A. (2017). The mediating effects of habit on continuance intention. International Journal of Information Management, 37(6), 693-702. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2017.05.003
  3. Ball-Rokeach, S. J., & DeFleur, M. L. (1976). A dependency model of mass-media effects. Communication Research, 3(1), 3-21. https://doi.org/10.1177/009365027600300101
  4. Gustantio, E. R., Setiawan, A., & Djajadikerta, H. (2024). Pengaruh gaya hidup konsumtif, financial literacy, dan persepsi kemudahan bertransaksi terhadap penggunaan e-wallet pada Generasi Z. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 11261–11273. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.11417
  5. Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
  6. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Data Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Diakses dari https://pddikti.kemdikbud.go.id
  7. Limayem, M., Hirt, S. G., & Cheung, C. M. K. (2007). How habit limits the predictive power of intention: The case of IS continuance. MIS Quarterly, 31(4), 705-737. https://doi.org/10.2307/25148817
  8. Nabilah, S. (2025). Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi minat penggunaan QRIS pada pengguna layanan perbankan di Surabaya. Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi, 4(2), 461–472. https://doi.org/10.59066/jmae.v4i2.1513
  9. Oliveira, T., Thomas, M., Baptista, G., & Campos, F. (2016). Mobile payment adoption: Understanding the determinants. Computers in Human Behavior, 61, 290-302. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.03.030
  10. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  11. Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012). Consumer Acceptance and Use of Information Technology: Extending the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology. MIS Quarterly, 36(1), 157–178. https://doi.org/10.2307/41410412
  12. Wahyuni, E. (2025). Pengaruh literasi keuangan dan penggunaan digital payment terhadap perilaku konsumtif Generasi Z mahasiswa di Mataram. Jurnal Aplikasi Perpajakan, 6(1), 395-407. https://doi.org/10.29303/jap.v6i1.141
  13. Zheng, S. (2024). Mobile social commerce and its effects on consumer behavior. Advances in Economics, Management and Political Sciences, 93, 166-172. https://doi.org/10.54254/2754-1169/93/20241095