Penelitian ini membahas bagaimana strategi promosi Masjid Ishlah Pariangan, salah satu masjid tertua di Minangkabau, masih belum berjalan optimal meskipun memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang kuat. Lokasinya berada di Nagari Tuo Pariangan desa yang dikenal sebagai pusat awal masyarakat Minangkabau. Namun, besarnya potensi tersebut belum diimbangi dengan upaya promosi yang terencana. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data dari observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penelusuran literatur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi Masjid Ishlah masih terkendala minimnya media interpretatif di lokasi, ketiadaan narasi sejarah yang resmi, dan lemahnya kehadiran digital. Informasi yang diterima wisatawan pada akhirnya bergantung pada cerita warga, sehingga menimbulkan perbedaan narasi dan membuat citra heritage sulit terbentuk secara konsisten. Temuan ini menegaskan perlunya strategi promosi yang lebih terarah, terutama melalui penyediaan media interpretatif, penguatan konten digital, dan penyusunan narasi sejarah yang seragam. Kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah nagari, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar promosi menghadirkan pengalaman edukatif yang lebih utuh bagi pengunjung. Jika dikelola dengan baik, Masjid Ishlah berpotensi menjadi ikon heritage yang memperkuat posisi Pariangan sebagai destinasi budaya unggulan di Sumatra Barat.
References
Anholt, S. (2007). Competitive Identity: The New Brand Management for Nations, Cities and Regions. Palgrave Macmillan.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4 (ed.)). SAGE Publications.
Damasdino, F. (2017). Dinamika Akses Informasi Wisatawan antar Generasi pada Obyek Wisata Minat Khusus di Kabupaten Bantul. Media Wisata, 15(1), 587–594. https://doi.org/10.36276/mws.v15i1.91
Defhany, D. defhany, Edlina, R., & Eriend, D. (2020). Strategi Komunikasi Pariwisata Oleh Dinas Pariwisata Sumatera Barat Dalam Meningkatkan Brand Image Objek Wisata Di Sumatera Barat. Commed : Jurnal Komunikasi Dan Media, 5(1), 96–110. https://doi.org/10.33884/commed.v5i1.1508
Gretzel, U., Sigala, M., Xiang, Z., & Koo, C. (2015). Smart tourism: foundations and developments. Electronic Markets, 25(3), 179–188. https://doi.org/10.1007/s12525-015-0196-8
Hadi, B. M. (2023). Promosi Pariwisata dalam Konten Instagram @disparekrafdki sebagai Strategi Digital Tourism Menarik Wisatawan. Jurnal Ilmiah Edunomika, 8(1).
Haris, D. La, Syaukat, Y., & Baga, L. M. (2023). Strategy of Integrated and Sustainable DMO Governance Development: A Corporate Governance Approach on Wangi-Wangi Island. JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS (Journal Of Agribusiness Management), 11(01), 062. https://doi.org/10.24843/jma.2023.v11.i01.p06
Junaid, I., Ilham, M. D. M., & Saharuna, M. Y. (2022). Model Pengembangan Interpretasi Pariwisata Edukasi di Museum Kota Makassar. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 16(2), 216–236. https://doi.org/10.47608/jki.v16i22022.216-236
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4 (ed.)). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Oskar, D. P., Mirsal, M., & Prinoya, R. W. (2021). Optimalisasi Promosi dalam Pengembangan Desa Wisata Kreatif Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus: Nagari Pariangan). E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 12(3), 484–490. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v12i3.6677
Poria, Y., Biran, A., & Reichel, A. (2009). Visitors’ preferences for interpretation at heritage sites. Journal of Travel Research, 48(1), 92–105. https://doi.org/10.1177/0047287508328657
Retnasary, M., Dewi Setiawati, S., Fitriawati, D., & Anggara, R. (2019). Pengelolaan Media Sosial Sebagai Strategi Digital Marketing Pariwisata. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(1), 76–83. https://doi.org/10.51977/jiip.v1i1.130
Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005
Ridha, M., Rizal, E., Nofri Andy.N, & Zainal, Z. (2022). Peran Pelembagaan Masjid Tuo Dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Sumatera Barat (Sebuah Tinjauan Terhadap Setting Sosial Dan Historis). Harmoni, 21(2), 250–264. https://doi.org/10.32488/harmoni.v21i2.633
Rochmah Pramadika, N., Tahir, R., Ucu Rakhman, C., Nugraha, A., & Andrianto, T. (2020). Perancangan Media Interpretasi Wisata Budaya Dalam Rangka Meningkatkan Motivasi Pengalaman Berkunjung Wisatawan di Daya Tarik Galeri 16- Indonesian Bamboo Society. Tourism Scientific Journal, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.32659/tsj.v6i1.115
Santoso, E. B., Karina, R. N., Hazmi, A. R., Rahmadanita, A., & Minangkabau, T. (2020). Pengembangan Obyek Wisata Nagari Tuo Pariangan Di Kabupaten Tanah Datar : Pembelajaran Kearifan Lokal Sebagai Atraksi Wisata Dunia the Development of Nagari Tuo Pariangan Tourism Object in Tanah Datar Regency : Learning Local Wisdom As a World Tourist Att. Khazanah, 10(2), 215–226. https://rjfahuinib.org/index.php/khazanah/article/view/307
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Tsaniah, I., Suryadana, M. L., & Leo, S. (2022). Pengaruh Interpretasi Personal dan Interpretasi Non-Personal Terhadap Kepuasan Pengunjung di Museum Pendidikan Nasional. Tourism Scientific Journal, 7(2), 270–282. https://doi.org/10.32659/tsj.v7i2.187
Yulianto, R., & Nurcahyo, J. (2020). Pelestarian Budaya Puro Pakualaman Sebagai Wisata Sejarah Di Yogyakarta. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 11(1), 66–73.