Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 6 No. 2 (2026): Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

LAPANGAN BANTENG SEBAGAI ATRAKSI WISATA PERKOTAAN: PERAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS REKREASI DAN PARIWISATA KOTA JAKARTA

Submitted
January 16, 2026
Published
2026-01-16

Abstract

Pariwisata perkotaan berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang rekreasi yang mudah diakses, inklusif, dan berkelanjutan. Ruang terbuka hijau menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pariwisata perkotaan karena berfungsi sebagai ruang rekreasi, interaksi sosial, serta peningkatan kualitas lingkungan kota. Lapangan Banteng merupakan ruang terbuka hijau di pusat Kota Jakarta yang memiliki nilai historis, sosial, dan rekreasi sehingga berpotensi sebagai atraksi wisata perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Lapangan Banteng sebagai atraksi wisata perkotaan dalam mendukung aktivitas rekreasi dan pariwisata kota Jakarta.

Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan Banteng memiliki atraksi wisata fisik berupa taman kota dan monumen bersejarah serta atraksi non-fisik berupa aktivitas publik dan kegiatan komunitas. Keberadaan Lapangan Banteng memberikan kontribusi positif dalam menyediakan ruang rekreasi, memperkuat fungsi sosial ruang publik, dan mendukung pengalaman wisata perkotaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan pengembangan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari atraksi wisata perkotaan di Jakarta.

References

  1. Bappenas. (2020). Pengembangan pariwisata perkotaan berkelanjutan di Indonesia. Jakarta:
  2. Kementerian PPN/Bappenas.
  3. BPS Provinsi DKI Jakarta. (2021). Statistik lingkungan hidup DKI Jakarta. Jakarta: Badan Pusat
  4. Statistik.
  5. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta. (2022). Pengelolaan ruang terbuka
  6. hijau di DKI Jakarta. Jakarta.
  7. Richards, G. (2020). Urban tourism: A creative perspective. Journal of Tourism Futures, 6(2),
  8. 123–134.
  9. UNWTO. (2021). Urban tourism and sustainable cities. Madrid: World Tourism Organization.
  10. Yulianti, D., & Pramono, R. (2021). Peran taman kota sebagai ruang publik dan daya tarik wisata
  11. perkotaan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 9(2), 210–220.
  12. Putri, A. R., & Nugroho, S. (2022). Ruang terbuka hijau dan pengembangan pariwisata
  13. perkotaan berkelanjutan. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 16(1), 45–56.
  14. Santoso, B., & Lestari, M. (2023). Persepsi pengunjung terhadap taman kota sebagai atraksi
  15. wisata. Jurnal Pariwisata Pesona, 8(1), 1–12.
  16. Wahyuni, N., & Hidayat, A. (2024). Urban public space as tourism attraction in metropolitan
  17. cities. Journal of Urban Tourism Studies, 4(1), 33–44.

Similar Articles

1-10 of 37

You may also start an advanced similarity search for this article.