Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan destinasi wisata buatan berbasis budaya dan edukasi yang telah mengalami revitalisasi besar pada periode 2022–2023. Transformasi fisik dan konsep pengelolaan tersebut menuntut kesesuaian antara kondisi aktual destinasi dengan citra digital yang terbentuk di mesin pencari. Namun, dalam praktiknya, informasi digital yang beredar belum sepenuhnya mencerminkan kondisi aktual TMII pascarevitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara kondisi aktual atraksi wisata buatan TMII dengan representasi digital berbasis Search Engine Optimization (SEO), serta mengidentifikasi permasalahan utama dan solusi pengelolaannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan penelusuran data digital dari mesin pencari, website resmi, dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksinkronan informasi, khususnya terkait harga tiket, fasilitas, dan pembaruan konten digital. Kesenjangan tersebut disebabkan oleh belum terintegrasinya pengelolaan informasi digital dengan manajemen destinasi secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi strategi SEO, pembaruan konten digital secara berkala, serta sinkronisasi lintas platform untuk memperkuat citra digital destinasi agar selaras dengan kondisi aktual dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
You may also start an advanced similarity search for this article.