Published 2025-11-17
Keywords
- Keterlibatan Karyawan, Berhenti Diam-Diam, Generasi Z, Keseimbangan Kerja-Hidup, dan Budaya Oeganisai
How to Cite
Abstract
Fenomena berhenti diam-diam yang marak di kalangan Generasi Z menimbulkan kekhawatiran terhadap penurunan keterlibatan karyawan di lingkungan kerja modern. Istilah berhenti diam-diam merujuk pada kondisi di mana karyawan hanya menjalankan tugas sesuai deskripsi pekerjaan tanpa menunjukkan keterlibatan emosional atau usaha lebih. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara keterlibatan karyawan dengan munculnya perilaku berhenti diam-diam pada generasi muda, khususnya Gen Z. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, jurnal ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keterlibatan kerja, seperti budaya organisasi, keseimbangan kehidupan kerja, kesehatan mental, serta persepsi terhadap penghargaan dan pengakuan di tempat kerja. Temuan menunjukkan bahwa rendahnya keterlibatan karyawan pada Gen Z sering kali dipicu oleh lingkungan kerja yang tidak mendukung secara emosional maupun struktural. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memahami nilai-nilai kerja yang dipegang Gen Z guna menciptakan pendekatan manajemen yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Downloads
References
- Aqsa, A. F., Afrizal, M., & Wahjono, S. I. (2025). Strategi peningkatan kinerja karyawan melalui budaya organisasi dan motivasi kerja PT Zat Store. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Sosial (EMBISS), 5(2), 154–160. https://embiss.com/index.php/embiss/article/view/370
- Attamimi, I. A. S. P., & Palupi, M. (2025). Quiet quitting due to work stress, mediated by job satisfaction and affective commitment. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics, 8(1), 1301–1321.
- Bari, M. W. (2025). From quiet quitting to knowledge hiding: Unraveling the path through employee silence. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs- 5867514/v1
- Corbin, T. A., & Flenady, G. (2024). Quiet quitting as compensatory respect: Meaningful work, recognition, and the entrepreneurial ethic. Philosophy of Management, 23, 461–480. https://doi.org/10.1007/s40926-024-00320-4
- Kurniawan, R. Y. (2025). Quiet quitting: Tanda kemunduran etos kerja Gen Z?
- Universitas Widyatama. https://www.researchgate.net/publication/390555276 Pratiwi, P. E., Stanislaus, S., & Pratiwi, P. C. (2023). The tendency of quiet quitting
- workers in terms of engagement and well-being at work. Philanthropy: Journal of Psychology, 7(2), 132–143. https://doi.org/10.26623/philanthropy.v7i2.7905
- Savitri, C. A., Anggraeni, N. L. P. N., & Santosa, D. F. (2023). Analisis faktor employee engagement terhadap kinerja karyawan di PT Sinkona Indonesia Lestari. Jurnal Manajemen dan Organisasi (JMO), 14(2), 110–124. https://doi.org/10.29244/jmo.v14i2.44680
- Sitorus, M. G., & Rachmawati, R. (2024). Analysis of the quiet quitting phenomenon with work engagement and job satisfaction as mediators: Study of employees in Indonesia banking industry. Journal of Universal Studies.
- Trefilona, C. G., & Astuti, R. D. (2024). Employee engagement ditinjau dari pengembangan karier dan kesejahteraan pada karyawan. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi. http://ejurnal.uij.ac.id/index.php/CONS
- Zahara, L., & Kasmiruddin. (2025). Pengaruh budaya organisasi terhadap employee engagement melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada CV. Prima Sugih Abadi. eCo-Fin: Economics and Financial.