Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH GAYA MENGAJAR DOSEN, KEDISIPLINAN MAHASISWA, DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

Maria Carolla Jenniver Ati
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Hwihanus
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published 2025-12-20

Keywords

  • Keterlibatan Akademik,
  • Gangguan Digital,
  • Lingkungan Belajar,
  • Motivasi Belajar,
  • Pembelajaran Teratur

How to Cite

PENGARUH GAYA MENGAJAR DOSEN, KEDISIPLINAN MAHASISWA, DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 4101-4110. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/4337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari gangguan digital, atmosfer pembelajaran di kampus, kemampuan dosen, dan pembelajaran teratur terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan melibatkan akademik dan efikasi diri akademik sebagai variabel yang memediasi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji bagaimana elemen-elemen internal dan eksternal saling berhubungan dalam memengaruhi motivasi belajar di era kemajuan teknologi digital yang semakin berkembang dalam kegiatan belajar mengajar. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian explanatory. Data diperoleh melalui distribusi kuesioner kepada mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling yang berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji interaksi antar variabel dan peran mediasi dalam model penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengaruh negatif gangguan digital berpotensi menurunkan motivasi belajar, sedangkan suasana pembelajaran yang baik, kualitas pengajaran dari dosen, dan kemampuan dalam belajar secara mandiri berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi mahasiswa. Di samping itu, keterlibatan akademik dan efikasi diri ditemukan berfungsi sebagai variabel yang memperkuat efek faktor-faktor tersebut terhadap motivasi belajar. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan lingkungan akademik, standar pengajaran, serta kemampuan regulasi diri mahasiswa dalam meningkatkan hasil pembelajaran di universitas

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Adi, S., & Wibowo, A. (2021). Digital distraction and academic performance among university students. Journal of Educational Technology, 18(2), 45–58.
  2. Ahmad, N., & Rahman, R. (2020). Learning environment and student engagement in higher education. International Journal of Learning, 12(3), 111–120.
  3. Alhadabi, A., & Karpinski, A. (2020). Grit, self-efficacy, and academic performance. Learning and Individual Differences, 81, 101904.
  4. Aloqaili, A. (2022). Self-regulated learning in digital learning environments. Journal of Learning Sciences, 29(4), 551–569.
  5. Ardiansyah, R. (2023). Kompetensi dosen dan motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 14(1), 77–89.
  6. Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York, NY: W. H. Freeman.
  7. Barkley, E. (2016). Student engagement in higher education. Routledge.
  8. Budianto, A. (2021). Lingkungan belajar dan keterlibatan akademik mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 25(3), 233–245.
  9. Chen, Q., & Yan, Z. (2016). Smartphone addiction and digital distraction. Computers in Human Behavior, 63, 540–548.
  10. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage.
  11. Efendi, M. (2020). Self-regulated learning dan pencapaian akademik mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(2), 120–134.
  12. Elliot, A. J. (2005). A conceptual history of the achievement goal construct. Educational Psychologist, 40(3), 193–218.
  13. Fredricks, J. A., Blumenfeld, P., & Paris, A. (2004). School engagement: Potential of the concept. Review of Educational Research, 74(1), 59–109.
  14. Fitria, D. (2021). Efikasi diri akademik dan motivasi belajar. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(2), 45–56.
  15. Garrison, D. R. (2016). E-learning in the 21st century. Routledge.
  16. Hamid, S. (2022). Digital distractions and student learning outcomes. Journal of Educational Studies, 7(4), 288–301.
  17. Hodges, C. (2020). Online teaching competence and student motivation. Journal of Higher Education Studies, 18(2), 87–102.
  18. Husna, N. (2023). Kompetensi pedagogik dosen dalam pembelajaran daring. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(1), 101–114.
  19. Jansen, R. (2021). Learning environment and academic self-efficacy. Learning Environments Research, 24(2), 179–194.
  20. Junco, R. (2012). In-class multitasking and academic performance. Computers & Education, 59(2), 505–514.
  21. Margaryan, A., & Littlejohn, A. (2020). Technology use and student distraction. Studies in Higher Education, 45(4), 825–838.
  22. Martin, A. J. (2004). Motivation and engagement in school. British Journal of Educational Psychology, 74(3), 173–195.
  23. Mendoza, J. (2022). Self-regulated learning in online settings. Journal of Digital Learning, 10(1), 33–47.
  24. Muhlisin, A. (2020). Lingkungan belajar dan motivasi mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Kepemimpinan, 8(2), 142–155.
  25. Myyry, L. (2021). Academic engagement among university students. European Journal of Education, 56(3), 381–398.
  26. Nanda, R. (2021). Efikasi diri mahasiswa dalam pembelajaran digital. Jurnal Psikologi, 14(1), 30–41.
  27. Pintrich, P. R. (2000). The role of SRL in learning. Educational Psychologist, 35(2), 67–89.
  28. Putri, S. (2022). Distraksi media sosial dalam pembelajaran mahasiswa. Jurnal Komunikasi, 13(1), 55–68.
  29. Robbins, S. (2004). The role of self-efficacy and motivation in college success. Journal of Educational Psychology, 96(2), 236–245.
  30. Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivation. American Psychologist, 55(1), 68–78.
  31. Santoso, E. (2023). Kompetensi dosen dan pengalaman belajar mahasiswa. Jurnal Mutu Pendidikan, 5(2), 88–102.
  32. Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective. Pearson.
  33. Siregar, H. (2021). Efikasi diri dan kinerja akademik mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tinggi, 19(1), 44–54.
  34. Skinner, E., & Pitzer, J. (2012). The dynamics of student engagement. Springer.
  35. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  36. Tella, A. (2007). Teacher competence and student motivation. Educational Research and Review, 2(7), 151–158.
  37. Tiwari, P. (2021). Digital distraction and student engagement. Journal of Innovative Education, 9(3), 210–221.
  38. Zimmerman, B. (2008). Investigating self-regulated learning. Educational Psychologist, 43(1), 1–16.
  39. Wong, B., & Hiew, S. (2022). Learning motivation of university students in digital contexts. Higher Education Research, 14(2), 121–137.
  40. Yuliana, D. (2022). Keterlibatan akademik pada mahasiswa Perguruan Tinggi. Jurnal Pengembangan Pendidikan, 9(3), 299–309.