PENGARUH MOTIVASI BELAJAR,DISIPLIN BELAJAR,DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP GAYA BELAJAR MAHASISWA
Published 2025-12-20
Keywords
- Motivasi Belajar,
- Teknologi Pembelajaran,
- Dukungan Sosial Akademik,
- Self-Regulated Learning,
- Gaya Belajar Mahasiswa
How to Cite
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi belajar, teknologi pembelajaran, dan lingkungan kampus terhadap self-regulated learning dan gaya belajar mahasiswa dengan dukungan dosen dan dukungan teman sebaya sebagai variabel perantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan dosen dan dukungan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap gaya belajar mahasiswa, sementara lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap dukungan teman sebaya tetapi tidak terhadap dukungan dosen. Motivasi belajar dan teknologi pembelajaran menunjukkan pengaruh yang bervariasi terhadap dukungan dosen dan dukungan teman sebaya, serta self-regulated learning berpengaruh signifikan terhadap dukungan teman sebaya dan gaya belajar mahasiswa. Secara simultan, dukungan dosen dan dukungan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap self-regulated learning, sedangkan motivasi belajar, teknologi pembelajaran, dan lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap gaya belajar mahasiswa, sehingga temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran di perguruan tinggi dalam meningkatkan kemandirian belajar dan membentuk gaya belajar mahasiswa secara optimal
Downloads
References
- Arsyad, A. (2017). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
- Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W. H. Freeman.
- Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University. Maidenhead: McGraw-Hill Education.
- Boekaerts, M. (1999). Self-regulated learning: Where we are today. International Journal of Educational Research, 31(6), 445–457.
- Broadbent, J., & Poon, W. L. (2015). Self-regulated learning strategies and academic achievement. The Internet and Higher Education, 27, 1–13.
- Dalyono. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
- Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54–67.
- Duffy, T. M., & Jonassen, D. H. (1992). Constructivism and the Technology of Instruction. Hillsdale: Lawrence Erlbaum Associates.
- Entwistle, N. (2009). Teaching for Understanding at University. London: Palgrave Macmillan.
- Garrison, D. R. (2011). E-Learning in the 21st Century. New York: Routledge.
- Hattie, J. (2009). Visible Learning. London: Routledge.
- Jonassen, D. H. (2000). Computers as mindtools for schools. Educational Technology Research and Development, 48(4), 1–15.
- Knowles, M. S. (1975). Self-Directed Learning. New York: Cambridge Books.
- Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran Terpadu. Bandung: Alfabeta.
- Law, N., Pelgrum, W. J., & Plomp, T. (2008). Pedagogy and ICT Use in Schools. Hong Kong: Springer.
- Lim, D. H., & Morris, M. L. (2009). Learner and instructional factors influencing learning outcomes. Educational Technology & Society, 12(4), 282–293.
- Littlejohn, A., Milligan, C., & Margaryan, A. (2012). Collective learning in open networks. Computers & Education, 59(2), 547–557.
- Lizzio, A., Wilson, K., & Simons, R. (2002). University students’ perceptions of the learning environment. Studies in Higher Education, 27(1), 27–52.
- Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4–11.
- Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- OECD. (2019). Innovating Education and Educating for Innovation. Paris: OECD Publishing.
- Pintrich, P. R. (2000). The role of goal orientation in self-regulated learning. Dalam M. Boekaerts et al. (Ed.), Handbook of Self-Regulation (hlm. 451–502). San Diego: Academic Press.
- Prince, M. (2004). Does active learning work? Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231.
- Sardiman, A. M. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
- Schunk, D. H. (2012). Learning Theories: An Educational Perspective. Boston: Pearson Education.
- Slavin, R. E. (2011). Educational Psychology: Theory and Practice. Boston: Pearson Education.
- Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
- Suparman, M. A. (2014). Desain Instruksional Modern. Jakarta: Erlangga.
- Suryabrata, S. (2013). Psikologi Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
- Tinto, V. (1997). Classrooms as communities. Journal of Higher Education, 68(6), 599–623.
- Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society. Cambridge: Harvard University Press.
- Wang, M. T., & Eccles, J. S. (2012). Social support matters. Child Development, 83(3), 877–895.
- Wentzel, K. R. (1998). Social relationships and motivation. Journal of Educational Psychology, 90(2), 202–209.
- Yilmaz, R. (2017). Exploring the role of e-learning readiness. Computers in Human Behavior, 70, 569–578.
- Zimmerman, B. J. (2000). Attaining self-regulation. Dalam M. Boekaerts et al. (Ed.), Handbook of Self-Regulation (hlm. 13–39). San Diego: Academic Press.
- Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.
- Zimmerman, B. J., & Schunk, D. H. (2011). Handbook of Self-Regulation of Learning and Performance. New York: Routledge.