EKSPLORASI PERAN OTONOMI WAKTU KERJA DALAM MENGELOLA TEKANAN MENTAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PADA KARYAWAN GENERASI Z DI PT SWALAYAN MAJU BERSAMA
Published 2026-01-24
Keywords
- otonomi waktu kerja,
- tekanan mental,
- kinerja karyawan,
- generasi Z
How to Cite
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh otonomi waktu kerja terhadap tekanan mental dan kinerja karyawan Generasi Z di PT Swalayan Maju Bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi waktu kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tekanan mental, tekanan mental berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta otonomi waktu kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, otonomi waktu kerja dan tekanan mental berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan otonomi waktu kerja dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan tekanan mental dan meningkatkan kinerja karyawan Generasi Z.
Downloads
References
- Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
- Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Baron, R.M. & Kenny, D.A. (1986). The moderator–mediator variable distinction in social psychological research. Journal of Personality and Social Psychology, 51(6), 1173–1182.
- Febriyanti. (2025). Hubungan antara otonomi kerja, stres kerja, dan produktivitas karyawan di industri ritel modern. Jurnal Ilmu Manajemen (detail volume dan nomor disesuaikan).
- Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. 9th ed. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
- Gujarati, D.N. (2012). Basic Econometrics. 5th ed. New York: McGraw‑Hill.
- Hackman, J.R. & Oldham, G.R. (1975). Development of the Job Diagnostic Survey. Journal of Applied Psychology, 60(2), 159–170.
- Kasundari, K.G.H. (2024). The Impact of Flexible Work Environments on the Mental Well‑Being of Young Employees. Theseus International Business University (Tesis).
- Mariana. (2025). Fleksibilitas waktu kerja dan dampaknya terhadap kesejahteraan mental karyawan di era digital. Jurnal Manajemen (detail volume dan nomor disesuaikan).
- Maslach, C. & Jackson, S.E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behavior, 2(2), 99–113.
- Nunnally, J.C. (1978). Psychometric Theory. 2nd ed. New York: McGraw‑Hill.
- Ritonga. (2025). Pengaruh budaya fleksibilitas kerja terhadap kinerja Generasi Z di perusahaan startup Kota Medan. Jurnal Manajemen (detail volume dan nomor disesuaikan).
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Wibowo. (2024). Pengaruh kepemimpinan transformasional dan work‑life balance terhadap turnover intention Generasi Z. Jurnal Manajemen dan Bisnis (detail volume dan nomor disesuaikan).