Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 8 No. 2 (2026): Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ISSN 3030-8496

INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN FLORA DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) HARAPAN JAYA BATU AMPAR, NAGARI PANTI, KECAMATAN PANTI,KABUPATEN PASAMAN TIMUR, SUMATRA BARAT

Submitted
January 13, 2026
Published
2026-01-13

Abstract

Hutan Kelola Masyarakat (HKM) Harapan Jaya Batu Ampar di Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman Timur, Sumatera Barat merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh masyarakat dengan tujuan menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Aktivitas pemanfaatan lahan yang intensif berpotensi memengaruhi struktur dan komposisi vegetasi hutan, sehingga diperlukan analisis vegetasi sebagai dasar pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, struktur vegetasi, serta tingkat dominansi tumbuhan pada kawasan HKM Harapan Jaya Batu Ampar. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat dengan pengambilan sampel pada beberapa tingkat pertumbuhan, yaitu semai, pancang, tiang, dan pohon. Parameter yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, serta Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan HKM didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan yang bernilai ekonomis, terutama tanaman perkebunan seperti kopi, yang mengindikasikan bahwa kawasan tersebut termasuk dalam kategori hutan peralihan. Dominansi tanaman budidaya dan berkurangnya vegetasi asli hutan menunjukkan adanya tekanan antropogenik terhadap ekosistem hutan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan degradasi hutan apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang tepat. Oleh karena itu, hasil analisis vegetasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pengelolaan HKM yang berorientasi pada konservasi keanekaragaman hayati dan keberlanjutan fungsi ekosistem hutan.

References

  1. Akdah, R. D., Wijayanto, N., & Hartoyo, A. P. P. (2024). Species composition, stand structure, and carbon stock in the agroforestry system of Wana Lestari Community Forestry. Biodiversitas, 25(2).
  2. Ashton, P. S. (1988). Dipterocarp biology as a window to the understanding of tropical forest structure. Annual Review of Ecology and Systematics, 19, 347–370.
  3. Farah Dina, L., Asmuni, H., & Koestriadi, N. (2024). Keanekaragaman tumbuhan herba di zona pemanfaatan Kawasan Ranu Darungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Journal of Biotropical Research and Nature Technology, 1(1).
  4. Gunawan, H. (2022). Integrating social forestry and biodiversity conservation in Indonesia. Forests, 13(12), 2152.
  5. Indriyanto. (2006). Ekologi hutan. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Majid, A., Ajizah, A., & Amintarti, S. (2025). Keragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Mandiangin. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 7(2).
  7. Nafiah, K. (2024). Keanekaragaman jenis vegetasi flora pada ekosistem hutan evergreen di Taman Nasional Baluran Situbondo. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(5).
  8. Shanahan, M., So, S., Compton, S. G., & Corlett, R. (2001). Fig-eating by vertebrate frugivores: A global review. Biological Reviews, 76(4), 529–572.
  9. Sumarna, A., Hadisusanto, S., & Purnomo. (2024). Floristic composition and carbon storage of floor vegetation in community forests of Ciamis Regency, West Java. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 30(2), 213–223.
  10. Whitmore, T. C. (1998). An introduction to tropical rain forests (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Downloads

Download data is not yet available.

Similar Articles

21-27 of 27

You may also start an advanced similarity search for this article.