Vol. 25 No. 2 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH WORK-LIFE CONFLICT DAN BOUNDARY BLURRING TERHADAP KINERJA ADMINISTRASI APARATUR DESA SE-KECAMATAN SIPAHUTAR (Studi Kasus: Kecamatan Sipahutar)

Irahayu Barimbing
Universitas HKBP Nommensen Medan
Bio
Raya Panjaitan
Universitas HKBP Nommensen Medan
Bio

Published 2026-01-25

Keywords

  • Work-Life Conflict,
  • Boundary Blurring,
  • Kinerja Administrasi,
  • Aparatur Desa

How to Cite

PENGARUH WORK-LIFE CONFLICT DAN BOUNDARY BLURRING TERHADAP KINERJA ADMINISTRASI APARATUR DESA SE-KECAMATAN SIPAHUTAR (Studi Kasus: Kecamatan Sipahutar). (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(2), 4461-4470. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/7189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Conflict (Konflik Peran) dan Boundary Blurring (Pengaburan Batas) terhadap Kinerja Administrasi Aparatur Desa se-Kecamatan Sipahutar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 150 responden aparatur desa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Conflict berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja administrasi aparatur desa. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konflik peran yang dialami, kinerja akan semakin menurun. Selain itu, Boundary Blurring juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja administrasi, di mana invasi pekerjaan ke ranah pribadi melalui teknologi menurunkan fokus kerja. Secara simultan, Work-Life Conflict dan Boundary Blurring berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Administrasi Aparatur Desa se-Kecamatan Sipahutar. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merancang regulasi beban kerja yang lebih manusiawi demi menjaga profesionalitas birokrasi desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Allen, T. D., Herst, D. E., Bruck, C. S., & Sutton, M. (2000). Consequences Associated with Work-to-Family Conflict: A Review and Agenda for Future Research. Journal of Occupational Health Psychology, 5(2), 278-308.
  2. Ashforth, B. E., Kreiner, G. E., & Fugate, M. (2000). All in a Day's Work: Boundaries and Micro Role Transitions. Academy of Management Review, 25(3), 472-491.
  3. Bernadin, H. J., & Russell, J. E. A. (2013). Human Resource Management: An Experiential Approach (6th Edition). New York: McGraw-Hill.
  4. Desrochers, S., Hilton, J. M., & Larwood, L. (2005). Preliminary Validation of the Work-Family Integration-Blurring Scale. Journal of Family Issues, 26(4), 442-466.
  5. Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  6. Greenhaus, J. H., & Beutell, G. N. (1985). Sources of Conflict Between Work and Family Roles. Academy of Management Review, 10(1), 76-88.
  7. Hasibuan, Malayu S.P. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  8. Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of Resources: A New Attempt at Conceptualizing Stress. American Psychologist, 44(3), 513–524.
  9. Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  10. Park, Y., Fritz, C., & Jex, S. M. (2011). Relationships Between Work-Home Segmentation Norms and Psychological Detachment: Documentation of a Multi-Level Model. Journal of Occupational and Organizational Psychology, 84(3), 541–560.
  11. Robbins, Stephen P., & Judge, Timothy A. (2017). Organizational Behavior (17th Edition). London: Pearson Education.
  12. Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kompetensi, Kinerja, dan Produktivitas Kerja. Bandung: PT Refika Aditama.
  13. Sudarmanto. (2015). Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  14. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  15. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
  16. Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers.