Museum Bahari Jakarta merupakan salah satu museum maritim paling signifikan di Indonesia yang berperan penting dalam merekam perjalanan sejarah pelayaran, perdagangan rempah, serta perkembangan budaya bahari Nusantara. Meskipun memiliki potensi historis yang kuat, museum menghadapi tantangan serius dalam menarik minat generasi muda akibat minimnya penerapan teknologi digital dan kurangnya elemen interaktif yang mampu menciptakan pengalaman kunjungan yang lebih hidup dan relevan. Penelitian ini mengusulkan inovasi Maritime Experience Zone, yaitu sebuah pengembangan wisata edukatif berbasis teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang dirancang untuk menyajikan narasi maritim secara imersif. Inovasi ini mencakup fitur seperti simulator pelayaran virtual, tur museum berbasis AR, zona kreatif edukatif, serta interactive photo booth digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Maritime Experience Zone tidak hanya mampu memperkuat daya tarik destinasi, melainkan juga meningkatkan keterlibatan pengunjung (visitor engagement), memperpanjang durasi kunjungan, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Selain itu, integrasi teknologi ini berpotensi mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat sekitar melalui kolaborasi UMKM berbasis produk maritim. Dengan demikian, pengembangan inovasi digital ini menjadi strategi yang relevan untuk memodernisasi Museum Bahari sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukatif berbasis sejarah yang berkelanjutan.
You may also start an advanced similarity search for this article.